Paradigma Psikopatologi Berdasarkan Psikodinamika
Kali ini saya akan membahas tenatng Paradigma Psikopatologi, Sebelum masuk kemateri kita ulas dulu apa itu Paradigma dan apa itu Psikopatologi sih?
Paradigma = Dalam Kamus Psikologi pada tahun 2006 dijelaskap paradigma adalah satu model atau pola yang mendemonstrasikan semua fungsi yang mungkin ada dari apa yang tersajikan
Psikopatologi = dalam psikopatologi terdiri dari tiga kata Psiche (Jiwa) lalu Pathos (Sakit)
dan Logos (Ilmu), sehingga Psikopatologi ini yang berarti memlepajari penyakit mental dan sejenisnya.
lalu apa itu Psikodinamika?, Psikodinamika adalah teori yang berusaha menjelaskan hakikat dan perkembangan kepribadian, yang artinya perkembangan disaat masa kecil hingga sekarang itu apakah ada terjadinya sesuatu-sesuatu, dan itu akan dijadikan Diagram-diagram, sedangkan jika kita membuat diagram maka kita perlu adanya Anamnesa, Anamnesa sendiri yang berarti kejadian yang ditulis dari perkembangan masa kecil hingga masa sekarang.
Bagaimana cara mendapatkan Anamnesa? ada 2 cara yaitu :
1. Cerita dari klien
2. Cerita Pihak terkait
Ada syarat-syarat juga yang harus dipenuhi dalam pembuatan Anamnesa ini, pertama kita harus mencatat secara rinci atau tidak mengembangkan jawaban klien, dan kedua yaitu konsep teoritik yang jelas.
Terdapat kelemahan disaat menjalankan protokol ini, yaitu:
1.Data yang didapat sebatas protokol
2.Butuh teknik interview dan ketajaman observasi
3.Perlu keterampilan mencatat inti permasalahan
4.membutuhkan pendapat orang lain
5.Anamnesa dan teori harus saling melengkapi
proses prtokol yang harus dijalani saat konseling yaitu:
1.Klien Menguraikan masalahnya
2.Keluhan ditanyakan lebih mendetail
3.Menanyakan terkait lingkungan
saat proses protokol boleh dari mana saja asal mengikuti semua syarat-syarat proses prtokol tersebut.
Langkah-Langka Anamnesa:
1.Olah fakta
2.Recall Memory Klien
3.Catat dan pahami fakta
4.Sajikan catatan secara terstruktur
5.Susun anamnesa + hasil tes sesuai kerangka teori
6.Teliti dan komparansikan dengan kenyataan

0 komentar:
Posting Komentar